Dadimedina’s Blog

Just another WordPress.com weblog

Media Radio Pendidikan

Posted by dadimedina pada Maret 5, 2009

a) Pendahuluan
Dewasa ini sistem pendidikan telah berkembang pesat. Proses Pendidikan tidak lagi dibatasi ruang dan waktu. Pendidikan jarak jauh saat ini sudah menjadi bagian integral dalam sistem pendidikan modern. Berbagai negara di dunia telah menjadikan sistem pendidikan jarak jauh ini sebagai salah satu alternatif dalam upaya memperluas kesempatan masyarakat memperoleh pendidikan. Di Indonesia, penyelenggaraan sistem pendidikan jarak jauh telah memiliki landasan legal formal dengan dimasukkannya sistem ini ke dalam Undang-undang Sistem Pendidikan Nasional. Seiring dengan pesatnya kemajuan teknologi informasi dan komunikasi, maka pendidikan jarak jauhpun mengalami perkembangan. Dengan memanfaatkan teknologi maka daya jangkaunya menjadi semakin luas, dan efektifitasnya dalam menyampaikan materi pembelajaran juga semakin meningkat. Pada saat ini sistem pendidikan jarak jauh telah mengintegrasikan pula berbagai jenis media yang kemampuan interaktifnya semakin meningkat. Dalam penyelenggaraan Sistem Pendidikan Jarak Jauh (SPJJ), penggunaan media tampaknya telah menjadi keharusan. Dapat dikatakan bahwa sebagian besar bahan ajar pada SPJJ disampaikan melalui berbagai jenis media, baik cetak maupun non cetak. Sepanjang sejarah penyelenggaraan pendidikan jarak jauh, media telah digunakan sebagai sarana penyampai materi ajar. Adanya keterpisahan antara pengajar dengan peserta didik, maka diperlukan media sebagai sarana komunikasi yang menjembatani antara pengajar dengan peserta didik. Kehadiran media inilah yang menjadi salah satu ciri kesamaan diantara institusi penyelenggara SPJJ di semua tempat. Sementara yang membedakan institusi yang satu dengan yang lain adalah pilihan jenis media yang digunakannya. Variasi penggunaan media antar institusi penyelenggara PJJ sangat beragam mengingat banyaknya jenis media yang bisa dimanfaatkan mulai media yang sederhana sampai yang canggih.
b. Keunggulan dan keterbatasan Media Radio

1) Keunggulan
Sebagai sebuah media pendidikan, radio memiliki karakteristik tersendiri jika dibandingkan dengan media pembelajaran lainnya. Dengan memperhatikan karakteristiknya, maka akan jelas terlihat kekuatan dan kelemahan dari media ini. Hal ini harus dipahami oleh guru sebagai perancang instruksional sebelum mendesain pembelajaran menggunakan media radio ini. Secara umum keunngulan media radio, dibandingkan dengan media lainnya :
• Dibandingkan dengan media komunikasi massa lain misalnya televisi, biaya penyelenggaraan media radio jauh lebih murah dengan kemampuan jangkauan daerah yang sama luasnya.
• Keunggulan lain dari media dengar ini adalah kemampuannya untuk menstimulasi imajinasi pendengar dan cukup fleksibel dalam menyajikan informasi dalam berbagai bentuk sajian seperti dramatisasi, diskusi, ceramah atau dialog. Kemampuan ini tentunya sangat berperan dalam penyelenggaraan sistim pendidikan jarak jauh (SPJJ)
Menurut Andy Rustam dalam Harley Prayudha (2006: 23), menyebutkan sepuluh kekuatan radio, yaitu :
1. Menjaga mobilitas,
2. Informasi tercepat
3. Auditif
4. Menciptakan ” Theatre of Mind ”
5. Komunikasi Personal
6. Murah
7. Mass Distributor
8. Format dan segmentasi tajam
9. Daya jangkau luas
10. Menyentuh kepentingan lokal dan regional
Dari kesepuluh kekuatan media radio tersebut, kekuatan keempat, yaitu menciptakan ”Theatre of mind ”, adalah menjadi kekuatan spesifik dari media ini. Siaran radio yang hanya berupa suara, justru mampu menciptakan ”imajinasi” yang sering menggoda rasa penasaran pendengar. Sebagai contoh sebuah siaran radio sedang menyiarkan acara konser musik yang dipandu oleh seorang penyiar wanita yang memiliki suara lembut dan enak didengar. Pendengar akan larut dalam suatu bayangan, mungkin saja membayangkan suasana panggung konser, mungkin juga membayangkan kecantikan sang penyiar dan mungkin juga membayangkan hal-hal lainnya, tergantung kekuatan fantasi dari masing-masing pendengar, contoh lain misalnya ketika mendengar suara penyiar, di benak pendengar akan muncul imajinasi tentang sosok sang penyiar sesuai dengan batasan fantasinya dengan mengolah karakter suara penyiar tesebut. Kekuatan imajinasi sering juga di istilahkan dengan ”theatre of mind”. Dengan warna bunyi tertentu, intonasi dan aksentuasi dalam teknik ”announcing” akan mampu membawa imajinasi pendengar untuk mengidentifikasi suasana dan situasi berdasarkan suara yang didengarnya. Dengan demikian kita dapat menarik suatu kesimpulan bahwa imajinasi berdasarkan suara tidak akan sulit sekali untuk dicapai lewat media visual, baik itu berupa cetakan gambar, maupun siaran TV sekalipun.
Sedangkan menurut menurut Sadiman dkk (2007 : 49), media radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media lain, yaitu;
1) Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak dari TV;
2) Sifatnya mudah dipindahkan (mobile). Radio dapat dipindah-pindahkan dari satu ruang ke ruang lain dengan mudah;
3) Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam, radio bisa mengatasi problem jadual karena program dapat direkam dan diputar lagi sesuka hati;
4) Radio dapat mengembangkan imajinasi anak;
5) Dapat merangsang partisipasi aktif pendengar. Sambil mendengarkan, siswa boleh menggambar, menulis, melihat peta, menyanyi ataupun menari;
6) Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi dan artinya. (Terutama ini amat berguna bagi program sastra /puisi);
7) siaran lewat suara terbukti amat tepat/ cocok untuk mengajarkan musik, dan bahasa;
8) radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan dengan jika dikerjakan oleh guru, antara lain
a) radio dapat menampilkan ke dalam kelas guru-guru yang ahli dalam bidang studi tertentu, sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan guru yang layak untuk mengajar;
b) pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi ilmiah maupun metodis. Ini mengingt guru-guru kita jarang mempunyai waktu dan sumber-sumber untuk mengadakan penelitian dan menambah ilmu, sehingga bisa dibayangkan bagaimana mutu pelajarannya;
c) radio dapat menyajikan laporan-laporan seketika (on the spot). Pelayanan radio yang sudah maju mempunyai banyak sumber di perpustakaan arsipnya yang siap di pakai, dan;
d) siaran-siaran yang aktual dapat memberikan suasana kesegaran (immediciacy) pada sebagian besar topik.
9) Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang tak dapat dikerjakan oleh guru. Dia dapat menyajikan pengalaman-pengalaman dunia luar ke kelas. Kisah petualangan seorang pengembara bisa dituturkan ke kelas-kelas secara langsung lewat radio;
10) Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu; jangkauan luas
(Sadiman, dkk : 49)
2) Keterbatasan
Disamping keunggulan, tentu saja media radio ini memiliki keterbatasan-keterbatasan, diantaranya :
• Keterbatasan utama media radio terletak pada karakteristik media ini yang dikenal sebagai media sekali dengar, artinya bila pendengar tidak mendengar atau tidak mengerti informasi yang disajikan, maka informasi tersebut tidak dapat didengar lagi, kecuali melalui siaran ulangan.
• Keterbatasan lain dalam pemanfaatan media radio pada SPJJ adalah masalah jadwal siaran atau rekaman program bagi para pengajar. Umumnya para pengajar sulit mengikuti jadwal ketat yang diberikan oleh stasiun siaran atau studio rekaman.
• Interaktivitas yang sangat dibutuhkan dalam kegiatan tutorial pada SPJJ juga merupakan keterbatasan dari media radio. Tingkat interaktivitas media radio sangat rendah karena pada dasarnya media radio merupakan media komunikasi satu arah. Perkembangan teknologi telah memungkinkan adanya interaksi dalam tingkat tertentu dengan menggunakan telepon. Hal ini memberikan warna baru dalam penyelenggaraan siaran langsung yang bersifat interaktif dapat dilakukan, beberapa penyelanggara SPJJ mengalami kendala, seperti mahalnya biaya penggunaan telpon dan sulitnya mengatur siaran langsung.
Menurut Sadiman dkk (2007 : 52), kelemahan radio sebagai media pembelajaran adalah :
1) Sifat komunikasinya hanya satu arah (one way communication);
2) biasanya siaran disentralisasikan sehingga guru tidak dapat mengontrol, dan
3) penjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah. Integrasi siaran radio ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas sering kali menyulitkan.
(Sadiman dkk : 52)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: